Nama : Dody Aldianto
NPM : 12115006
Kelas : 2KA04
Software selalau menguasai perangkat database,
Komoditas Prosesor dikendalikan Hukum Moore dari awal tahun 1980-an.
Meskipun sistem database telah memiliki hubungan
dengan hardware rakitan/buatan. Sejarah realita ekonomi memiliki keistimewa
mengenai solusi software atas hukum moore. Namun beberapa trend sekarang telah
berubah, seperti cepatnya waktu pada processor yang telah berkurang dalam
beberapa dekade, transistor power yang telah mencapai batasnya, bahkan baru
baru ini aplikasi Cloud-Based yang sedang booming, seperti Google,
Facebook, Amazon, dan Microsoft yang mempunyai dorongan dan pengaruh ekonomis untuk
komisi hardware rakitan jika itu lebih rendah dari biaya hardware atau secara
keseluruahan menyajikan beberapa provider lain.
Dark Silicon adalah tren untuk
meningkatkan fraksi dari transistor chip agar tidak digunakan pada saat
tertentu. Efeknya muncul pada dua sumber, pertama, skala tenaga diabaikan
selama beberapa saat. Beberapa seri komponen yang nampaknya tidak membahayakan bagi
pekerjaan dapat menghilangkan kesempatan yang cukup besar. Masalah kedua,
kurangnya skala tenaga pada transistor generasi selanjutnya. Sebuah perhitungan
konservatif menempatkan kemungkinan 20% dari transistor. Dengan menggunakan
pengurangan fraksi sebesar 30-50% tiap kali berganti generasi ( yang di maksud
adalah generasi hardware).
Hardware buatan mempunyai reputasi
penanganan yang buruk untuk control flow, sebagian besar dari usaha yang gagal
untuk mengambil control flow dari tujuan umum pemrograman. Hardware
benar-benar unggul pada control flow,
seperti yang dibuktikan oleh beberapa automaton dari berbagai negara, khususnya
non-deterministic finite state automata (NFA), yang mempekerjakan paralelisme
hardware untuk hasil yang sangat bagus.
The data-oriented architecture
(DORA), memungkinkan untuk dapat saling berbagi bermacam sistem pemrosesan
transaksi untuk menghasilkan sebagian besar manfaat yang tersedia dari partisi
dataset.
Sebuah solusi untuk hardware yang
dapat dilaksanakan dan menarik untuk beberapa alasan. Pertama, hampir semuanya
masalah kontrol konkurensi dapat diselesaikan sebelum permintaan mencapai puncaknya.
Operasi B+ tree biasanya dicatat secara logika, sehingga software dapat
menangani subsistem logging selama unit hardware menjamin atomicity dari setiap
permintaan yang diterimanya.
Sistem DORA menyisihkan yang
paling mengunci ( dengan sisanya menjadi thread-local ) membiarkan catatan
database sebagai layanan terpusat utama. Meskipun catatan pendapat dapat
dikurangi untuk sistem single-socket dengan upaya yang cukup, sistem multi-socket
tetap membuka tantangan untuk socket-to-socket komunikasi latencies.
Kesimpulan :
Dengan adanya sistem data-oriented architecture (DORA), bisa menjadi solusi untuk hardware yang memiliki penangan buruk pada control flow. Dan memaksimalkan kinerja software sehingga dapat menangani subsistem logging selama unit hardware menjamin atomicity dari setiap permintaan yang diterimanya dengan menggunakan operasi B+ tree.
Kesimpulan :
Dengan adanya sistem data-oriented architecture (DORA), bisa menjadi solusi untuk hardware yang memiliki penangan buruk pada control flow. Dan memaksimalkan kinerja software sehingga dapat menangani subsistem logging selama unit hardware menjamin atomicity dari setiap permintaan yang diterimanya dengan menggunakan operasi B+ tree.
No comments:
Post a Comment